Rabu, 29 April 2009

Geopolitik dan Geostrategi Global India

India adalah letak dari peradaban kuno seperti Budaya Lembah Indus dan merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama dunia: Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme. Penduduk asli dataran India adalah bangsa Dravida (terkenal dengan kebudayaan Mohenjjo-Darro),semakin tersisih ke selatan ketika kedatangan bangsa Aria..nah bangsa Aria ini berasal dari Asia Tengah. Agama asli bangsa Aria itu Hindu, oleh karena itu wilayah mereka kemudian dinamakan Hindustan. Islam mulai dikenal masyarakat India seiring kontak mereka dengan para pedagang Arab..karena India terletak di Jalur Sutera yang menghubungkan berbagai kebudayaan. Gambaran perkembangan kerajaan islam di India, salah satu peninggalan kerajaan Mughol di India yang sangat terkenal adalah Taj Mahal1.

Republik India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Tiongkok, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan. Cuaca India beragam, dari cuaca tropis di selatan hingga ke cuaca menengah di utara. Sebagian dari India yang terletak di pegunungan Himalaya mempunyai cuaca tundra. India memperolehi hujannya dari monsun.


Diawal abad ke-12 ini, salah satu proses pergeseran kekuatan global diatandai oleh tampilnya India sebagai actor global potensial2 .
Ekonomi
Ekonomi India adalah terbesar keempat di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Perekonomian India diperkuat oleh kehadiran industri dengan dasar teknologi yang cukup kuat. Program alih teknologi India termasuk cukup berhasil. Dalam industri TI yang merupakan arus dunia saat ini, India hadir sebagai pemain kelas atas.
Politik
Politik India, negara dengan sistem demokrasi liberal, bahkan India merupakan Negara demokrasi terbesar di dunia, disusul AS dan Indonesia.
Sosial
Struktur sosial India mengakibatkan kesulitan tersendiri bagi perkembangan negara tersebut. Masih berlakunya pembedaan kasta, serta berbagai praktik tradisional tidak memungkinkan adanya pemerataan sosial. Demokrasi yang notabene milik masyarakat egaliter dikembangkan pada sistem sosial yang lebih sesuai untuk feodalisme.Dalam kerukunan beragama, sistem hukum dan kenegaraan India sangat maju dalam mendukung sistem negara yang sekuler.
Militer
Dengan kekuatan 1 juta prajurit, dilengkapi peralatan moderen dengan industri pendukung, serta anggaran militer yang sangat besar, militer India merupakan salah satu yang terkuat di dunia saat ini. Di Asia ia hanya dapat ditandingi oleh RRC. Adanya gabungan kekuatan militer, ekonomi, sosial, politik, sumber daya, serta teknologi memberi kesempatan bagi India untuk berkembang menjadi salah satu adidaya Asia. Indiapun memiliki senjata nuklir, walaupun semula India tidak setuju dengan penggunaan senjata nuklir, seperti pernah dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri PD-II. Nehru yang terinspirasi oleh gerakan anti kekerasan Mahatma Gandhi, menginginkan agar senjata nuklir dinyatakan terlarang3.
Proyeksi Kemiliteran
Dengan anggaran sebesar US$ 13,6 miliar hanya untuk 2000/200, hanya US$ 1 miliar di bawah RRC -ini menurut pengakuan India, sementara RRC mengaku anggaran militernya jauh di bawah India- India menunjukkan kemampuannya untuk menjadi salah satu militer yang terkuat di Asia4. Pengadaan dilakukan dengan mekanisme yang cukup kompleks dan profesional, sekali pun sebagai akibat dari masih besarnya ketergantungan teknologi, beberapa kasus sempat muncul. Berikut beberapa pengadaan yang patut dicatat:
1. AngkatanDarat
Angkatan Darat dengan bangga menantikan 300 T-90 Russia, selain berbagai macam radar, UAV, howitzer dan roket BM21 Grad M yang akan memperkuat peluncur roket lokal Arjun. Sebagian besar amunisi dibeli dari Israel. Demikian pula banyak proses upgrade persenjataan dilakukan dengan bantuan Israel.

Mirip seperti di Indonesia, tapi dalam taraf yang jauh lebih rendah, korupsi juga merupakan momok yang menghantui militer India dalam pengadaan persenjataan, di samping tentu saja kesalahan pengambilan keputusan. Namun berbeda dengan Indonesia, upaya melakukan pengamanan atas kebocoran telah dilakukan dengan meningkatkan audit sejak 1985. Contoh isu yang beredar, bahwa implementasi MiG-29K untuk Gorshkov adalah dipaksakan. SU-30 yang dikirim disebut hanyalah SU-27 yang diupgrade. Demikian pula versi T-90 yang akan diterima India, disebutkan sebagai model eksperimental yang pada prinsipnya hanyalah T-80 yang dilengkapi dengan mesin disel baru.

2. AngkatanLaut
Angkatan Laut akan diperkuat dengan MiG-29K yang satu paket dengan kapal induk Admiral Gorshkov. Banyak kritik tentang hal ini, karena Gorshkov sebenarnya tidak dibuat untuk mengangkut MiG-29K, bahkan lebih merupakan pengangkut helikopter, atau maksimal Yak. Implementasi MiG-29 untuk carrier base aircraft sendiri masih belum populer.
Pengadaan TU-22M Backfire untuk maritime aircraft cukup penting, mengingat kategorinya sebagai pembom jarak jauh, yang sanggup menyerang sebelum dikenali oleh radar. Ditambah dengan TU-142M (ASW). Selain itu, empat kapal selam Kelas Kilo akan menambah armada kapal selam India.
Yang juga perlu dicatat adalah bahwa India menyewa beberapa peralatan militer dari Rusia. Termasuk di antaranya adalah kapal selam nuklir seperti INS Chakra. Metode sewa ini seharusnya juga dipertimbangkan Indonesia, daripada membeli peralatan dalam jumlah tidak memadai dan tidak memiliki fungsi militer.
Israel turut membantu dalam melakukan modernisasi kapal-kapal tempur India, khususnya dalam teknologi radar dan perlengkapan electronic warfare lainnya.
3. AngkatanUdara
Angkatan Udara menantikan kedatangan 50 SU-30MKI yang disertai dengan alih teknologi. Ini menandai peningkatan standar fighter India, sekali pun dalam implementasinya masih bermasalah.
Pembelian 10 Mirage 2000 menunjukkan bahwa India tidak meninggalkan teknologi Prancis. Namun karena penolakan India atas NPT kemungkinan Prancis tidak akan memberikan teknologi Mirage yang terakhir.
India juga telah melakukan upgrade lokal atas 125 MiG-21 yang dimilikinya. Mempertahankan wing lama tempur ini sangat dibutuhkan untuk menandingi superioritas jumlah jet tempur RRC. Sedang dirundingkan kemungkinan pembelian Beriev A-50 (Mainstay), pesawat AWACS Rusia. Perlu menjadi pertimbangan Indonesia untuk turut membeli Beriev dibandingkan state of art AWACS AS, khususnya karena pertimbangan ketersediaan pasokan serta minimnya kemungkinan berhadapan dengan Rusia (zero enggagement possibility) dalam 50 tahun ke depan.
Selain itu, 40 helikopter Mi-17-1B versi upgrade juga sedang dinantikan pengirimannya. Heli ini dapat beroperasi pada high altitude, sesuai dengan geografi India di perbatasan dengan Cina dan Pakistan. Pilihan ini perlu menjadi pertimbangan untuk operasi TNI di Irian. Juga perlu ditiru kerjasama India-Rusia untuk membangun Il-214, pesawat kargo militer yang berdaya tampung 82 para atau 100 penumpang atau kapasitas 15 ton. Indonesia sangat membutuhkan jenis seperti ini, karena dapat lepas dari lingkaran setan supply militer karena ketergantungan pada pesawat kargo buatan Amerika seperti Hercules. Cara ini sangat baik dilakukan untuk memperoleh teknologi secara lebih cepat.
Dengan tercapainya Perjanjian nuklir India-AS mengakibatkan Persetujuan itu mengizinkan Amerika memberikan bantuan dan bahan bakar untuk program tenaga nuklir India.Berdasarkan perjanjian itu, India tetap berhak mengadakan uji coba senjata nuklir di fasilitas nuklir yang terpisah dan dibangun untuk kepentingan militer.
Sejak India merdeka 15 Agustus 1947, Indfia melaksanakan politik luar nrgerinya yang bebas (independent), yang didasarkan pada kesamaam (equality), keadilan (justice) dan perdamaian (peace).
Tantangan pertama ketika India baru merdeka yaitu:
Internal: India mewarisi keterbelakangan, kemiskinan, kebutaaksaraan yang sangat tinggi dan penyakit. Karena itu tugas utama pemimipin Negara adalah menjaga kesatuan bangsa karena India memiliki kemajemukan yang luar biasa baik etnis maupun agama.
Eksternal: dunia telah pecah yang dipelopori oleh blok barat dan blok timur.

PM Jawaharal Nehru menyadari bahwa India, dengan perdabannya yang tua, wilayahnya yang cukup luas, penduduknya yang banyak, berhak untuk berbicara dengan suaranya sendiri. Kemerdekaan yang didapatkan dengan susah payah dari penjajah menjadi kurang berarti jika India tidak dapat bebas bersuara di tingkat Internasional.

Sejak awal India tidak mau/ ikut dalam pakta-pakta militer, seperti Pakta Bagdag/CENTO atau perjanjian manila/ SEATO, karena keduanya berpihak kepada blok Barat. Namun India tidak sekedar netral dalam masalah internasional dimana Nehru menolak tuduhan John Foster Dulles bahwa netralitas itu immoral

Non-aligment melambangkan perjuangan India dan Negara yang baru merdeka untuk mempertahankan dan memperkuat kemerdekaan mereka (bukan hanya politik tapi juga ekonomi) dari neo kolonialisme dan imperealisme.

Sasaran pertama politik luar negeri India adalah memberikan dukungan kepada Negara-negara yang baru merdeka tersebut untuk memperkuat diri memajukan perdamaian dunia dan membantu mereka menjadi anggota PBB. Non-aligment juga mengedepankan proses demokratisasi dalam hubungan internasional.

Fungsi politik luar negeri India juga untuk memajukan dan mempertahankan kepentingan nasionalnya, termasuk ekonomi. Dengan tidak masuk ke salah satu blok maka India merasa lebih bebas untuk berhubungan dengan Negara manapun, tanpa mepedulikan warna ideologinya atau system ekonominya, asalkan saling menguntungkan.

Hubungan Luar Negeri:
Rusia
India adalah bagian dari politik luar negeri Soviet di Asia. Itu waktu Sovyet masih ada. Kebijakan politik India yang non-alignment (non-blok) memberi Soviet pijakan di Asia Selatan. Soviet menjadi pemasok terbesar bagi militer India, menjamin adanya pasokan kemiliteran yang bebas dari persyaratan berat dan resiko embargo. Setelah Soviet bubar, Rusia tetap menjadi pemasok senjata nomor satu bagi militer India.

Amerika Serikat
India menganggap AS dapat membantu India dalam banyak hal, termasuk teknologi, bantuan ekonomi dan dukungan moral bagi India yang sudah mempraktekan demokrasi, Amerika Serikat menerapkan embargo militer pada India sejak lama karena upayanya untuk memiliki senjata nuklir. Embargo militer tersebut masih berlaku hingga sekarang setidaknya untuk peralatan militer yang sensitif, karena India menolak menandatangani NPT dan CTBT. Kedekatan India dengan Soviet (kemudian Rusia) otomatis membuat India kurang disukai oleh AS. Namun dikarenakan letak geografisnya, pendiriannya yang non-blok, serta keberadaannya sebagai negara demokrasi, para analis militer AS menyimpulkan bahwa konflik dengan India sangat kecil kemungkinannya.

Saat ini India merupakan tempat terbaik untuk memulai investasi bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Biaya implementasi di India bisa lebih rendah dari pada di Amerika Serikat. (Raj S. Judge) Penandatanganan perjanjian nuklir India – AS ini menjadi sebuah kunci penting masa depan hubungan bilateral India – AS yang lebih baik.
Terlepas dari kenyataan adanya standar ganda AS terhadap kebijakan nuklirnya, India sangat diuntungkan dari penandatanganan perjanjian ini. Meskipun perjanjian nuklir ini tidak serta merta memberikan status negara nuklir kepada India, tetapi paling tidak hal ini
menunjukkan pengakuan AS terhad India sebagai sebuah negara yang bertanggung jawab terhadap teknologi nuklirnya.

Lebih jauh lagi, perjanjian ini akan memberikan kesempatan kepada India untuk mendapatkan akses teknologi nuklir yang lebih besar tanpa harus khawatir terhadap tekanan dan ancaman dari AS sebagaimana yang saat ini terjadi kepada Iran maupun Korea Utara
Inggris
lepasnya India dari kekuasaan Inggris tidak dapat dihindari namun pihak Inggristidak senangterhadap kepemimipinan Partai Kongres yang sejak sebelum kemerdekaan bersikap keras terhadap Inggris. Inggris memperhitungkan dan berharap India akan pecah berantakan. namun Inggris meninggalkan warisan di India, yang lebih baik dari warisan

belanda di Indonesia, misalnya dalam hal administrasi, dan penggunaan bahasa asal penjajah, akibatnya bagi India ratusan ribu para terpelajar India bekerja di B arat, termasuk di Inggris dan AS5. Sebagai negara commonwealth, India secara tradisi mendapat perlindungan dari Inggris.

Asia
Asean adalah tempat bagi bagi bangsa-bangsa yang cinta damai. Asean membawa dampak positif bagi seluruh bangsa di dunia. ARF (ASEAN Regional Forum) sangat bermanfaat bagi India untuk melakukan komunikasi akrab yang terbuka dengan negara-negara lain. Hanya saja dalam forum regional yang cukup luas seperti itu India sering menjadi bulan-bulanan karena sikapnya yang tidak mau menandatangani NPT dan CTBT. Pelajaran dari Asean digunakan oleh India untuk membentuk kumpulan regionalnya sendiri, Bimstec, yang terdiri atas Bangladesh, India, Myanmar, Sri Lanka dan Thailand.

Indonesia
India membutuhkan jaminan atas jalur laut yang aman melalui nusantara, sekali pun India berada dalam konflik, baik dengan Cina, Pakistan atau Australia. Jelasnya India membutuhkan jaminan persahabatan dari Indonesia, bahwa tidak akan ada konflik militer antar kedua negara. India membutuhkan Indonesia yang memihak pada India atau setidaknya tetap netral dibanding terhadap Australia dan Cina, serta AS. Untuk mempertahankan perkembangan militernya India membutuhkan persahabatan militer yang lebih luas, termasuk dengan Indonesia.
India berkepentingan mendapatkan bantuan politis untuk meredam atau setidaknya mengurangi tekanan internasional atas posisinya yang tidak menandatangani NPT dan CTBT. India berambisi menjadi adidaya Asia. Ambisi ini telah diperlihatkan sejak awal berdirinya negara tersebut. Awalnya militer India mewujudkan hal tersebut dengan mengoperasikan Carrier. Kemudian proyeksi militer India secara jelas menuju perwujudan blue water navy yang modern. Langkah kearah ini dilakukan dengan kemampuan

membangun di dalam negeri kapal perusak dan fregat yang modern, serta mengalihkan teknologi untuk membangun kapal selam.
Sejalan dengan itu, India berharap dapat menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan dengan demikian dapat memiliki hak veto. Untuk mendukung harapannya tersebut India mempersiapkan diri dalam bidang ekonomi, politik, teknologi dan militer. Dalam keempat bidang tersebut India telah menunjukkan kemajuan yang cukup pesat.
Ambisi India terlihat setelah negara tersebut menolak meratifikasi perjanjian NPT (Non-Poliferation Treaty) tahun 1968 hingga sekarang. Bahkan kemudian menolak menandatangani CTBT tahun 1996, hingga sekarang, jauh setelah perang dingin berakhir. Pada Mei 1998, India kembali melakukan uji coba nuklir, berlawanan dengan trend pemusnahan nuklir pasca perang dingin. Hal ini segera diikuti oleh Pakistan dengan uji coba nuklir yang lebih bersifat balasan atas uji coba India. Maka dimulailah perlombaan senjata nuklir baru secara terbuka.
India saat ini diperkirakan memiliki 60 senjata nuklir yang dapat diluncurkan dengan rudal Agni atau Phritvi, atau melalui pesawat. Target India selanjutnya adalah memiliki kemampuan peluncuran rudal nuklir dari laut, baik permukaan mau pun dari kapal selam. Ini adalah target minimum detterence India saat ini. Enam reaktor nuklir air berat India memiliki plutonium yang cukup untuk mempersenjatai 200 nuklir. India tidak memiliki harapan untuk menjadi pemimpin regional, mengingat posisi politisnya di kawasan Asia Selatan yang dikelilingi oleh negara-negara besar yang pseudo-hostile, seperti Pakistan, Cina dan Afghanistan. Kecuali tentunya di wilayah Bay of Bengal yang tergabung dalam Bimstec. Disini pun India harus berhadapan dengan Thailand. Peran India di Maldives menunjukkan keinginan dan kemampuan AL India untuk beroperasi jauh dari Home Sea. Ambisi India ini akan secara langsung berhadapan dengan ambisi serupa dari Cina dan Australia, dalam perlombaan menjadi Penguasa Samudra Asia Selatan.


Referensi:

1. Abdul Hadi Adnan,” Politik Luar Negeri India ”, hlm 2.
2. Alan,” India dan RI : Prospek Kerjasama Militer”, dalam www.ksatrian.or.id
3. Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
4. Rizal Sukma,” Dinamika Politik Global, Keamanan Internasional, dan Peran Indonesia”, makalah disajikan dalam seminar Memaknai Peranan Indonesia Sebagai Anggota Tidak Tetap DK-PBB, Deplu-RI, Jakarta 30 Januari 2007, hlm 2.
5. www.energiportal.com

1 komentar:

Leonardus Tumuka mengatakan...

Bahkan India saat ini telah menjadi negara yang dalam kategori perbandingan dengan negara maju ia dapat di sejajarkan karena peningkatan ekonominya yang cukup signifikan.

Peran India bahkan sangat dibutuhkan oleh sesama negara berkembang dalam percaturan politik global karena negara tesebut memiliki posisi tawar yang cukup baik di kawasan Asia Selatan bahkan perpolitikan global.