Rabu, 05 Maret 2008

cinta itu...

Jika berbicara tentang cinta maka Cinta itu seperti tanaman
Jika teratur disiram air maka akan terus tumbuh
Jika jarang disiram air maka pertumbuhannyapun akan lama
Tapi jika tidak pernah disiram air maka akan mati dan jika disiram air terlalu seringpun dia akan mati. Tanamanpun perlu diberi pupuk begitu juga cinta pengorbanan adalah pupuknya yang dapat menguatkan cinta itu.

Kamu Tulis Ini Untukku…

"Tidak disangka dia menuliskannya untukku..."
Alasan awal aku mendekatimu karena senyum manismu, bagiku…..
Senyum yang membuat siapapun ingin melihatnya, aku yakin
Dengan senyummu aku berharap bahkan…..
bermimpi untuk memiliki si empunya senyum.

Masih kamu simpan dalam secarik kertas gambaran mimpiku, malu bila kamu tunjukkan kembali gambar tersebut, tapi mungkin itulah perasaan orang yang sedang jatuh cinta, hal-hal bodoh yang dilakukan tapi membawa keberuntungan, menarik hatimu, menumbuhkan sedikit rasa sukamu, melukiskan keinginanku untuk kamu mengerti bahwa aku ingin memilikimu…..
Berbulan-bulan aku terus membuktikan untuk pengharapan
Berharap kamu suka padaku
Berharap kamu mengerti untuk semua yang aku lakukan
Berharap kamu tidak menolak perasaanku

Tujuh februari lima tahun yang lalu kita memulai hubungan ini
Tidak mudah mempertahankan hubungan
dengan berbagai masalah dalam waktu lima tahun
Tidak mudah tanpa saling pengertian dan penghargaan…..
Kamu memang bukan bidadari,
kamu memang bukan manusia yang sempurna
Tetapi dalam hatiku
kamu adalah perempuan yang sempurna
Kamu mampu mengerti
Kamu mampu mengimbangi
Kamu mampu bersabar

Orang lain berkata
"aku tidak pantas untuk dirimu,
aku tidak pantas berada di samping kamu"
tapi tidak untukku,
"aku tidak pantas meninggalkanmu, aku tidak pantas menghilang
untuk perempuan seperti kamu, aku harus menjaga hati
dan cintamu untuk tetap aku miliki "
(bodoh bila aku berkata seperti orang lain).

Aku terus berusaha untuk selalu pantas untukmu,
selalu berusaha untuk berada di hatimu, sampai sekarang…..
Aku belum yakin bahwa aku sudah mampu membuatmu bahagia,
nyaman dengan apa yang sudah aku lakukan selama ini,
tapi persetan dengan semua itu
karena hal itu yang mampu membuatku tetap berusaha dan melakukan
segalanya untuk membuatmu bahagia dan nyaman
berada di sampingku…..

Berhentilah berpikir bahwa kamu sudah membuat seseorang bahagia
atau cukup dengan apa yang kamu lakukan
karena bagiku hal itu membuat diri kita menjadi sombong
dan menghilangkan semangat untuk terus berusaha

Suka, duka, benci, rindu, pernah kita alami
Karena itu mengenal siapa aku dan siapa kamu
Sifat kita yang berbeda adalah jembatan kebahagiaan
dengan perjuangan yang tidak mudah

Tujuh februari kemarin kita berulang tahun
untuk hubungan kita yang berusia lima tahun
Dan sekarang dihari yang istimewa untukmu
aku berharap semoga kamu menjadi apa yang aku inginkan
tatap mengerti segala kekurangan yang aku miliki
semoga selalu memaafkan apa yang aku lakukan bila menyakitimu
semoga, semoga, semoga
kita mampu mempertahankan hubungan ini sampai mimpi bersama kita,
MARRIED…..hehehehe, amin…..

HAPPY BIRTHDAY…..

Minggu, 10 Februari 2008

LIBERALISME ISLAM


Liberalisme Islam muncul dari berabad-abad lalu. Meminjam kata-kata Hedi Muhammad bahwa liberalisme muncul sebagai suatu paham yang lahir sejak masa protestan muncul. Mereka merasa terkekang oleh aturan-aturan keagamaan , liberalisme ini digunakan sebagai alat untuk melawan hegemonitas Islam sebagai suatu agama. Hal ini juga dikarenakan Islam lahir sebagai pembawa perdamaian yang mempunyai banyak aturan-aturan. Di Indonesia sendiri sudah mulai pada awal tahun 1970-an. Proses liberalisasi terjadi diberbagai bidang kehidupan, politik, ekonomi, social, moral, infoprmasi, termasuk agama.

Pada 29 Juli 2005, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan salah satu fatwa yaitu mengharamkan paham liberalisme. Fatwa MUI tersebut tidak lepas dari makin maraknya “Liberalisme Islam” yaitu penafsiran ajaran Islam secara bebas bahkan menyimpang dari paham yang diyakini mayoritas umat Islam, dimana menganggap semua agama sama, memperbolehkan menikah dengan beda agama, perlu mengkaji ulang Al-Qur’an dan Hadist karena tidak sesuai dengan jaman lagi, tidak mengakui adanya hukum Tuhan dan syariat mu’amalah (pergaulan antar manusia menafikan syari-at jilbab, hudud (pidana Islam), dan sebagainya. Namun sejumlah tokoh Aliansi Masyarakat Madani untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, mendesak MUI untuk mencabut fatwa yang mengharamkan Liberalisme. Loh, kenapa pak? Hal itu dikarenakan dalam Nahdlatul Ulama (NU) masih berkembang paham liberal.

Bentuk Liberalisme itu seperti juga adanya pengokohan hegemoni barat melalui kristenisasi, imperialisme modern, dan orientalisme. Wah, begitu besarnya bahaya liberalisme Islam, lalu bagaimana masyarakat awam yang cetek dengan ilmu agama seperti saya ini menanggapi hal itu? Sedangkan para orang alim dan ahli agama seperti ulama-ulama banyak yang melakukan perdebatan mengenai ajaran Islam itu sendiri. Memang hal tersebut sudah diramalkan berabad-abad lalu bahwa akan terjadi hal seperti ini, namun apakah adanya perdebatan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat Islam antara ulama-ulama merupakan buatan agar pemahaman Islam yang benar diselewengkan??

Saya memandang bahwa perdebatan yang terjadi adalah wajar dan arus Liberalismepun akan menjamur semakin subur, namun terkadang juga membuat bingung. Namun saya berkeyakinan bahwa Islam agama yang paling benar dan sangat jelas adanya aturan-aturan yang berlaku melalui AL-Qur’an dan Hadist.Terkadang saya bertanya jika kita menginginkan persatuan umat Islam dan hari depan umat Islam yang cerah mengapa kita tidak bersatu? Tapi malah memilih berkotak-kotak membuat kelompok bahwa “kami” lah yang paling benar. Wallahu a’alam.

Referensi:

Tabloid Alhikmah no. 18. Januari 2008.

ISLAMOFOBIA


Selain Altophobia (takut ketinggian), Scotophobia (takut gelap) dan Theologicophobia (takut agama) ada juga loh yang disebut islamofobia. Islamofobia adalah ketakutan yang tidak mendasar terhadap Islam yang kian menguat dikalangan masyarakat barat.

Berdasarkan uraian diatas, Pada semester 5 ini, saya diberikan tugas untuk membuat resume dari beberapa jurnal. Kebetulan jurnal yang saya dapat berjudul ISLAM AND THE WEST : NARRATIVES OF CONFLICT AND CONFLICT TRANSFORMATION Oleh Nathan C. Funk dan Abdul Aziz Said dalam Internasional Journal of Peace Studies, Volume 9, Number 1,Spring/Summer 2004.

Setelah dipahami ternyata menarik juga untuk tahu hubungan antara Islam dan Barat, apalagi sekarang ini. Menurut jurnal tersebut terdapat Naratif konflik budaya Amerika dan Muslim antara “Islam” dan“Barat, yaitu Peradaban-peradaban yang bertentangan,Persaingan-persaingan ideologis, dan Sumber daya alam.Islam memiliki suatu factor dalam definisi identitas Barat selama berabad-abad, secara konsisten memainkan peran dari “saingan” dan theological/ ideologis “. lain.” Terobosan Islam yang mendadak di Arab penaklukan-penaklukan dari Byzantium dan Sassanian, belum lagi Spanyol, yang diperkenalkan awal orang-orang Kristen dimana terdapat tantangan politik dan teologi, dan pada akhirnya menimbulkan konsepsi bahwa Islam sebagai suatu agama ancaman.

Menurut Islam, Barat merupakan suatu tantangan budaya dan politik yang luar biasa Terutama sekali di Timur Tengah, persepsi ini sudah akut dengan adanya kolonialisme, akibat perang dingin, minat minyak Barat, dan konflik-konflik Arab-Israel dan Israeli-Palestinian. Presepsi “ anti barat” atau “anti Amerika”, di mana “Barat” dan “Islam” bersifat terminologi tidak cocok/bertentangan.Maka barat dapat melakukan berbagai daya dan upaya untuk menjinakan dan melemahkan Islam. Dalam jurnal tersebut adanya Satu pendekatan yang harus digarisbawahi bahwa adanya kemungkinan hubungan-hubungan antara Islam dan Barat itu dapat terciptanya kesepakatan damai.

Apakah hal itu bisa terjadi? Saya rasa tidak.

Jadi, Islamofobia itu diperuntukan untuk orang-orang non- Islam bukan? Apakah Islamofobia sama dengan orang-orang muslim yang menyebutkan “anti barat”? Apakah kemungkinan sama tetapi ketakutan dalam konteks yang berbeda?

Menurut Lelong, dalam Islam Online.net mengatakan bahwa kurangnya pemahaman tentang Islam juga menjadi salah satu factor utama makin meningkatnya sikap Islamofobia di Barat. karena banyaknya peniliti dan media massa di Barat yang memberikan imej yang buruk terhadap Islam.

Kamis, 07 Februari 2008

Semprot aja pak..!

Satu kemajuan yang menurut saya bagus! dalam Perkereta Apian Indonesia, saya melihat dalam sebuah berita pagi, bahwa para penumpang liar yang biasanya duduk diatas badan kereta disemprot memakai zat pewarna makanan, sehingga para penumpang liar itu dapat terlihat oleh para petugas yang mengawasi ketertiban di stasiun tersebut dengan adanya warna pada tubuh mereka. Hehehe…lucu juga! hal itu pastinya dimaksudkan untuk menertibkan orang-orang Indonesia sendiri. Klo tertib kan enak diliat juga dan angka kecelekaan yang terjadipun lebih berkurang. Bagus deh…

Nabi Baru bo!

Dalam sebuah berita Reportase tanggal 7 Januari 2008 tepatnya pukul 6.30 dikabarkan lagi-lagi ada seorang laki-laki yang mengaku Nabi. Waduh…gawat…ntr siapa lagi ya??
Tepatnya laki-laki tua yang bekerja sebagai tukang cukur di Ciateul, Bandung. Deket banget tuh sama Lengkong. Klo tidak salah dalam keyakinannya Al-Qur’an itu sebagai perkataan nabi bukan sebagai kalam Ilahi. Namun untungnya dia belum memiliki pengikut. Kenapa pak? Kurang modal ya??

Minggu, 27 Januari 2008

Kuturut Berduka Untukmu


Innalillahi wa inna illaihi raaji’un….

Turut berduka cita atas meninggalnya Mantan Presiden Soeharto, Bapa Pembangunan kita…Semoga diterima segala amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya, Amin…Kalaupun ada kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan beliau,yang tidak dapat diadili di Pengadilan dunia pasti tidak akan terlewat di Pengadilan akhirat.

Berkat kepemimipinan beliau, Indonesia secara politis stabil dan secara ekonomis berhasil. Dimana kinerja social dan ekonomi berkembang baik secara nyata. Namun pada tahun 1998 terjadi krisis yang luar biasa. External Shock yang dipicu oleh krisis moneter pada pertengahan tahun 1997 telah memorak-porandakan hasil yang dicapai selama tiga decade terakhir dan model pembangunan ekonomi yang berada dalam system politik otoriter dan kekuasaan yang terlalu lama dalam rezim yang sama, menghasilkan system yang korup. Yah, kita semua tahu tak ada system dunia yang sempurna, jadi sekarang mau tidak mau harus menerima dan melanjutkan apa yang menjadi pilihan terbaik bagi Negara Indonesia.

Kita sebagai manusia hanya bisa memaafkan dan mendoakan…karena banyak juga jasa yang beliau lakukan untuk Indonesia.
Selamat Jalan Bapa Pembangunan…